Barcode vs QR Code: Kapan Pakai yang Mana?
Barcode (kode batang klasik) dan QR code sama-sama dirancang buat dibaca mesin, tapi keduanya punya karakteristik yang cukup beda dan cocok buat kebutuhan yang berbeda pula.
Barcode (1 dimensi)
Kapasitas data lebih kecil, biasanya cuma berisi rangkaian angka/huruf pendek (kayak kode produk). Format ini udah lama jadi standar industri retail — hampir semua produk di supermarket punya barcode di kemasannya.
Cocok buat: identifikasi produk/inventaris, sistem retail dan gudang yang udah mapan pakai standar barcode.
QR Code (2 dimensi)
Kapasitas data jauh lebih besar — bisa nyimpen URL panjang, teks, bahkan info kontak lengkap. Bentuknya persegi dengan pola kotak-kotak, bisa dibaca dari berbagai sudut kamera HP.
Cocok buat: link ke website/menu digital, undangan, pembayaran digital, apapun yang butuh nyimpen data lebih dari sekadar kode pendek.
Cara bikin dua-duanya
Pakakas punya QR Generator buat bikin QR code, dan Barcode Generator buat bikin barcode standar — dua-duanya gratis, tinggal masukkan data yang mau di-encode dan langsung download hasilnya.